Tags

, ,

STILL 20140705

STILL

Author : Alicia Diana Teresa
Main Cast : Do Kyungsoo (D.O.)
Genre : Fan fiction, AU, Thriller, Violence
Rate : PG15

“KYUNGSOO! KYUNGSOO!”

“Iyaaaa.”

“Kyungsoo, kesini!”

“Ada apa sih, Bu?”

“Bantu Ibu membereskan kamarmu. Lihat, kamar ini berdebu sekali dan buku-bukumu tersebar dimana-mana…”

Pria bernama Kyungsoo itu menghela napas panjang mendengar ocehan yang keluar dari mulut Ibunya. Walau dalam hati ia ingin membereskan kamar itu, namun ada perasaan takut dan enggan yang membayangi dirinya. Kyungsoo takut akan menemukan benda-benda itu saat tengah membereskan kamar. Uh, benda-benda itu. Menyebutnya dalam hati saja sudah membuat Kyungsoo bergidik.

“Ini! Buku-bukunya taruh dimana?”

“Aduh, Bu… jangan dibuka-buka!” rengek Kyungsoo sambil menutup buku-bukunya yang terletak di atas ranjang dengan lembaran-lembaran koran lama.

Tapi peringatan dari Kyungsoo tak membuat sang Ibu gentar. Beliau justru semakin gencar membuka-buka tumpukan buku Kyungsoo kemudian meletakkan buku-buku itu secara asal ke dalam rak.

“IBUUUU!”

“Kenapa? Ibu kan sedang membantumu membereskan buku-buku…” suara sang Ibu menghilang tiba-tiba.

Kyungsoo berdiri di belakang Ibunya sehingga ia bisa melihat benda yang dipegang oleh sang Ibu dengan jelas. “Itu…”

“…ini Albert, Frans, dan Sophie kan?”

Kyungsoo menelan ludahnya sendiri sebelum mengangguk mengiyakan.

“Bagaimana kabar mereka ya? Apa kamu masih sering mengontak mereka, Kyungsoo?”

Tuh kan. Akhirnya ketemu juga foto sial itu.

Ditemukannya foto itu membuat ingatan Kyungsoo melayang ke kejadian beberapa tahun yang lalu.

Albert, Frans, dan Sophie adalah sahabat-sahabat Kyungsoo selama pria berambut hitam itu kuliah di Jerman. Sudah bertahun-tahun mereka berempat bersahabat sampai akhirnya tumbuh perasaan tertarik antara wanita dan pria antara Kyungsoo dengan Sophie. Namun tak hanya Kyungsoo yang menyimpan perasaan itu, Frans pun juga menyukai Sophie dan Kyungsoo mengetahuinya.

Sungguh sulit bagi Kyungsoo untuk menunjukkan perasaannya pada Sophie, sebab ia sangat menghormati Frans sebagai sahabatnya. Bahkan Kyungsoo tak berani mengajak Sophie makan malam di sebuah restoran karena Frans.

Maka dari itu Frans pun semakin berani menunjukkan perasaannya pada Sophie. Mengajak gadis itu pergi liburan ke Weimar, mengajak gadis itu mengunjungi orang tuanya di Swiss, kemudian meninggalkan setangkai bunga mawar dan kartu ucapan berinisial “F” di meja belajar Sophie.

Suatu hari, Kyungsoo, Frans, dan Albert mendatangi apartemen Sophie seperti yang biasa mereka lakukan di akhir minggu. Ketika Kyungsoo dan Albert sedang terlarut dalam serunya pesta sepak bola terbesar di dunia, Sophie berbicara dengan Frans di balkon apartemennya.

Entah apa yang dibicarakan oleh Sophie dan Frans, tiba-tiba terdengar suara teriakan dari balkon.

Kyungsoo menoleh dan mendapati Frans telah terkapar di lantai sementara Sophie menyodorkan sebilah pisau dapur di hadapan pria itu.

“SOPHIE! FRANS!”

“Frans! Kau tidak apa-apa?”

“Sophie! Apa yang kau lakukan pada Frans?”

Gadis itu tidak melepaskan pisaunya walau Albert menggenggam tangannya dengan kencang.

“Sophie!”

“Kyungsoo, panggil ambulans! Bawa Frans ke rumah sakit,” ujar Albert sambil berusaha melepaskan pisau dapur yang dibawa oleh Sophie dan memojokkan gadis itu ke sudut balkon. “Astaga, Sophie…”

Frans yang bermandikan darah di lantai menggenggam lengan Kyungsoo, “Aku masih bisa bertahan… aku belum mau meninggalkan dunia ini… aku masih ingin menjadi dokter.”

“Astaga, Frans! Berhenti berbicara!” teriak Kyungsoo frustasi sementara ia sibuk menghentikan pendarahan Frans. “Sebentar lagi ambulansnya datang!”

“…aku masih bisa…”

Akhirnya pisau dapur itu terlepas dari tangan Sophie dan jatuh di dekat Frans. Albert menggiring Sophie ke dalam gudang sebelum mengunci pintunya lalu kembali ke balkon.

“Kyungsoo! Bagaimana keadaan Fra…”

Kedua bola mata Albert seakan-akan melompat keluar ketika ia mendapati pisau dapur itu kini menancap di paha kiri Kyungsoo. “ASTAGA, KALIAN BERDUA!”

Astaga, Frans… Kyungsoo tak menduga Frans yang sekarat itu masih memiliki sisa tenaga untuk menusuknya.

“Kyungsoo? Kyungsoo? Kau baik-baik saja, Nak?”

Beberapa tepukan lembut di bahu Kyungsoo membuat pria berumur 31 tahun itu kembali ke kamarnya yang penuh dengan tumpukan buku.

“Lebih baik kau pergi ke ruang tamu dan temani Jaejun bermain. Biar Ibu bereskan kamar ini…” Ibu menghela napas panjang sambil mendorong Kyungsoo keluar kamar. “Ibu tak menyangka kau masih terbayang kejadian itu. Maafkan Ibu ya, Kyungsoo.”

Kyungsoo menghela napas juga sebelum memasuki ruang keluarga dan meraih Jaejun, anak laki-lakinya yang baru genap berumur 3 tahun. Ternyata ia benar-benar membenci foto itu, kejadian itu, juga Frans dan Sophie. Namun hal itu tak berarti ia masih sering mengontak Albert, penyelamat dan sahabatnya yang tersisa. Albert pun sepertinya juga enggan mengontak Kyungsoo sejak kejadian itu.

THE END

OKEEEE, INI APA-APAAN YAAAAAAAA—

Berhubung saya lagi nggak punya mood buat ngelanjutin YOU AND I (maaf ya ><), maka saya buat drabble ini dengan Kyungsoo tercinta sebagai korbannya, nyahaha :>

Entah kapan saya bisa ngelanjutin YOU AND I lagi, padahal plotnya tuh udah ada. Tinggal ini otak sama tangan yang kerja. Tapi tetep aja… *pout* *bow*

Dan nama Jaejunnya itu muncul gara-gara tadi siang saya baru nonton Postman To Heaven sama baca komiknya, ehehe :> Jaejoong lagi cakep-cakepnya tuh

About these ads