you-and-i-by-alicia-diana-teresa-soft1

YOU AND I Part 1 [When I Meet You]

Author : Alicia Diana Teresa
Main Cast : Kim Myungsoo (L), Bang Yunji
Genre : Fan fiction, romance, AU
Rate : PG15
Note : Thank you for Miss Fishy Jazz a.k.a Nana for the posters! I love it so much~

“Tolong bawa 7 set jas itu ke gedung NUC TV ya. Maaf merepotkanmu, kami sedang kekurangan orang.”

Aku mengangguk sambil tersenyum. “Tidak apa-apa, aku mengerti. Omong-omong ini semua baju untuk siapa?”

“Tidak usah banyak tanya, bawa saja. Ini alamat ruangannya,” ujar Siyoung Eonni yang menyodorkan selembar kertas padaku. Kemudian ia mendorong punggungku ke arah pintu keluar.

Di luar gedung, aku menatap 7 set jas dalam pelukanku dan kertas alamat itu bergantian. Baiklah! Ayo ke NUC TV!

-..-

“Silahkan pakai ID card ini. Ruang 407 ada di lantai 4, urutan ke-7.” kata seorang pegawai di resepsionis. Setelah mengucapkan terima kasih, aku masuk kedalam lift yang membawaku ke lantai 4.

Lantai 4 ini sepi sekali, seakan-akan tidak ada kehidupan disini. Uuh, bulu kudukku jadi merinding. Entah kenapa rasanya seram disini. Aku merasa… Ada yang memegang bahuku. Jangan-jangan…

PRAAKKKK!!!

Kulempar 7 set jas yang ada di pelukanku ke ‘sesuatu’ itu. Lalu aku menjerit dan berusaha lari. Tapi sial! Aku tersandung sendiri. Oh Eomma, aku masih ingin hidup!

“Hei, Nona!”

‘Sesuatu’ itu memanggilku!

“Ya, Nona!”

Tidaaakkkk!!! Ia mencengkram bahuku! Tidakkk!!! Tolong!!!

BUAKKK!!!

Sekuat tenaga kusikut orang itu (oke, ternyata ia manusia) sampai ia tersungkur. Kemudian aku membalikkan badan dan… aku pasti salah lihat! Kuambil ke-7 set jas dalam plastik itu lalu lari ke ruangan 407.

Kuharap ini mimpi.

Kuusap-usap mataku beberapa kali. Tulisan di pintu ruangan itu tidak berubah juga. Mataku pasti salah. Tulisan “INFINITE” terpampang dengan jelas di hadapan wajahku.

Ini pasti mimpi.

-..-

“Apa? L Oppa tidak tampil?” toilet wanita penuh dengan para fans perempuan yang membicarakan L alias Kim Myungsoo, salah satu anggota INFINITE.

Perempuan lain berkata, “Iya, tadi di koridor ada beberapa staff yang membicarakan hal itu.”

“Aduh, sayang sekali… Padahal aku datang kesini untuk melihat L Oppa,” ujar perempuan pertama.

Aku yang mendengarkan percakapan itu dari dalam bilik toilet langsung duduk merosot diatas kloset. Bagaimana ini? Pasti gara-gara aku.

Setelah beberapa menit bersedekat di dalam bilik toilet, aku keluar dan berusaha terlihat normal. Aku mau pulang dan kuharap aku tidak bertemu L alias Kim Myungsoo itu. Kuharap sekarang ia tengah menonton rehearsal INFINITE di studio!

Dengan langkah terburu-buru aku berjalan cepat melintasi ruangan 407 dan saudara-saudarinya(?). Oh Tuhan! Jangan pertemukan aku dengan Kim Myungsoo.

“Hei, Nona!”

Mampus aku!

Kucoba untuk tidak mempedulikan panggilan itu. Aku berjalan lebih cepat lagi.

“Hei, kau! Tunggu!” suaranya terdengar jengkel dan ia memanggilku “kau”. “Jangan lari!” Kim Myungsoo berhasil mendapatkan bahuku dan ia menarikku.

Tubuhku oleng, aku kehilangan keseimbangan. Kulihat Myungsoo terkejut saat melihat wajahku. Aku juga terkejut saat melihat Myungsoo terkejut(?). Buru-buru kulepaskan diriku dari Myungsoo dan hendak berlari. Tapi sialnya aku tersandung lagi lalu jatuh terjerembab.

“Kau…”

Belum sempat berbicara, terdengan suara para Inspirit perempuan tadi keluar dari toilet sambil bercakap-cakap ria. Sejenak, aku dan Myungsoo hanya terdiam melihat para perempuan itu berjalan menuju studio tempat N! Countdown berlangsung. Tapi tiba-tiba salah seorang dari mereka melihat Myungsoo dan diriku. Spontan Myungsoo menarik sebelah tanganku dan menarikku masuk ke janitor yang sempit.

“Apa-apaan kau, Myungs…??!!”

“Ssst, jangan bergerak. Jangan bersuara. Mereka masih mencariku,” suaranya terdengar tepat di telingaku. Hembusan napasnya membuat leherku tergelitik.

Kugigit tangannya yang menutupi mulutku. Ia mengaduh kesakitan.

“Kau apa-apaan sih?! Jangan coba-coba menutup… upphh!!!” dasar idola tidak sopan!

Tak berapa lama setelah suara para Inspirit itu menghilang, aku mendorong Myungsoo sehingga ia keluar dari janitor itu. Kami pun kembali berdiri di koridor.

Myungsoo menunjukkan ekspresinya yang dingin, “Kau! Apa maksudmu membuatku menderita seperti ini?! Sudah menyikut tulang rusukku, lalu tanganku pun ikut-ikutan jadi korban!”

“Jadi kau menyalahkanku? Bukannya itu salahmu sendiri, Kim Myungsoo-ssi? Siapa suruh mengendap-endap seperti itu di gedung yang sepi ini -,-” balasku tidak mau kalah.

Pria berusia 21 tahun itu berkata, “Aku tidak mengendap-endap! Aku kan memanggilmu juga!”

“Tidak tindak-tandukmu itu mencurigakan!”

“Aaahh!!! Itu sih, otakmu saja yang bodoh!”

“Idola idiot!”

“Gadis keras kepala!”

“Tidak tahu diri! Dasar visual aneh!”

“Hei! Jangan membawa-bawa pekerjaanku dalam urusan ini!” bentaknya. Ih, aku mana peduli sama orang aneh seperti dia.

Kemudian tiba-tiba pintu studio N! Countdown terbuka sedikit, membuat adu mulutku dengan Myungsoo harus dihentikan untuk sementara waktu dan beberapa orang yang memakai ID card keluar. Melihat orang-orang itu, Myungsoo lagi-lagi menarik tanganku.

Berulang kali kuentakkan pergelangan tanganku itu, tapi cengkramannya kuat sekali T_T “Kau… lepaskan tanganku! Aku mau dibawa kemana sih?!”

Ia tidak mempedulikan pertanyaanku dan tetap menarikku ke sebuah ruangan yang besar di sudut lantai 4. Ruangan itu ternyata adalah ruang rapat yang sedang kosong.

Tapi sebelum aku sempat melontarkan sebuah pertanyaan lagi, Myungsoo mendorongku hingga jatuh terduduk di salah satu kursi. Jari telunjuknya mengangkat daguku sehingga mataku bertemu pandang dengan matanya yang kecil, hitam, dan… demi apa matanya indah sekali.

“Aku tahu mataku memang indah, jangan melihatku seperti itu.” ujar Myungsoo yang jari telunjuknya masih menyentuh daguku.

Aku memalingkan wajahku darinya, “S, siapa sih yang mengagumi matamu itu. Ada kotorannya saja bangga,”

Setelah itu Myungsoo buru-buru mengusap-usap kedua matanya berulang kali. Dalam hati aku tertawa puas, hahaha! Polos juga orang ini!

“Kau harus bertanggung jawab untuk tulang rusukku ini, Nona Pengantar Jas.” ia menyeringai dan melemparkan tatapan tajam padaku. “Gara-gara tulang rusukku retak, aku jadi tidak bisa tampil di N! Countdown hari ini dan jadwal-jadwal selanjutnya sampai tulang rusuk ini sembuh. Kau membuatku harus mengeluarkan biaya dokter, kau tahu -_-”

“Sudah kubilang kan! Itu salahmu sendiri yang mengendap-endap tidak jelas seperti itu!”

Myungsoo sepertinya tidak peduli, ia mendekatkan wajahnya pada wajahku sehingga hidung kami nyaris bersentuhan, “Kau harus bertanggung jawab.”

Ya ampun, tanpa sadar aku menahan napas ketika wajahnya tepat di hadapan wajahku. Dengan kesadaran(?) yang tersisa, kudorong dadanya sehingga ia menjauhi diriku. “Maksudmu bertanggung jawab seperti apa? Bukannya kau punya asisten dan manager yang bisa membantumu di saat seperti ini?”

Myungsoo berdecak, “Ck, otakmu sepertinya memang bermasalah ya. Pantas kau cuma jadi pengantar jas,”

Kupukul tulang rusuknya yang tadi kusikut, “Sembarangan kalau bicara! Aku hanya membantu sepupuku yang bekerja sebagai desain pakaian kalian! Begini-begini aku lulusan cum laude dan punya jabatan yang tinggi di kantor walaupun baru bekerja selama 3 tahun!”

Ia mengaduh kesakitan lagi. Sebodo amat. Kutinggalkan dia dan segera pergi dari ruang rapat itu.

Huh, aku kecewa… Ternyata sosok Kim Myungsoo yang sebenarnya seperti itu. Ia tidak seperti yang diberitakan di website maupun di TV. Ia tidak murah senyum. Ia tidak baik pada wanita. Ia bodoh. Ia lemah. Ia manja. Kasihan sekali para fans yang sudah tertipu olehnya.

Di luar gedung NUC TV, sebuah taksi menghampiriku dan aku masuk ke dalam taksi itu. “Ajusshi, tolong antarkan saya ke Hapsaeng Apartement Tower Tiffany ya,” ujarku pada supir taksi.

Supir taksi itu mengangguk lalu memacu taksi dengan cepat… secepat aku bisa melupakan Myungsoo dan masalah yang ada padanya.

-..-

TO BE CONTINUED

Next – YOU AND I Part 2 [A Helper]